Momongu Lipu, Makassar - Sinergi Pemprov Gorontalo terus menguat seiring upaya pemerintah merangkul masyarakat perantauan. Asrama Putra KKIG di Jalan Sungai Cerekang 16, Kota Makassar, menjadi saksi nyata pertemuan Halalbihalal Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG).
Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, mewakili Gubernur Gusnar Ismail menghadiri acara persaudaraan tersebut. Ketua Umum IKA HPMIG Makassar ini menegaskan nilai krusial silaturahmi sebagai penggerak sosial masyarakat saat menyokong pembangunan daerah. Beliau menyampaikan secara langsung;
"Halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan momentum strategis untuk mempererat persaudaraan sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo di perantauan." Sabtu (11/04/2026)
Sinergi Pemprov Gorontalo Wujudkan Program Raksasa
Duet pemimpin Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie kini mengeksekusi beragam program strategis berskala nasional. Pemerintah menargetkan penyelesaian Bendungan Bolango Ulu dan mematangkan fasilitas embarkasi haji penuh. Mereka turut menghilirisasi sektor peternakan unggas dengan mengucurkan dana investasi mencapai angka Rp1,4 triliun.
Pemerintah daerah memprioritaskan sektor pendidikan dengan mentransformasi kampus IAIN Gorontalo menuju level universitas. Para pemimpin juga menginisiasi pendirian Masjid Raya guna memusatkan syiar agama Islam dan kemajuan peradaban masyarakat.
Sinergi Pemprov Gorontalo Ajak Warga Berkontribusi
Danial Ibrahim menyerukan ajakan kepada seluruh warga Gorontalo di Kota Makassar agar terus menyumbangkan kontribusi positif. Para perantau wajib memperluas jejaring ekonomi, mempromosikan kekayaan daerah, serta menggalang aksi kolaborasi lintas sektor.
Peserta forum mendeklarasikan pembentukan Relawan Pengumpul Infak Pembangunan Masjid Raya Islamic Center Gorontalo. Langkah konkret ini membuktikan komitmen nyata kaum diaspora saat menyokong pendirian pusat agama Islam tersebut.
Pemerintah memercayai peran strategis kaum perantau saat memacu pertumbuhan ekonomi dan mengangkat taraf kesejahteraan penduduk lokal.
Organisasi massa seperti IKA HPMIG Makassar memanfaatkan momentum ini untuk mendidik generasi penerus bangsa. Mereka merawat semangat persatuan dan memupuk rasa kebersamaan. Panitia mengakhiri acara khidmat ini dengan prosesi saling memaafkan guna mengikat kembali tali persaudaraan sesama warga perantauan.
